Jun 23, 2014

Menggeluti Bisnis Wedding Organizer

Bisnis jasa wedding organizer (wedding planner) atau penyelenggara acara pernikahan merupakan sebuah bisnis baru di abad 21. Jasa penyelenggaran pernikahan ini mulai tumbuh menjadi sebuah lahan industri bisnis di era tahun 1920an di Amerika Serikat. Selanjutnya terus meluas ke kawasan Eropa dan negara-negara lain termasuk di Indonesia. Di zaman dahulu, penyelenggaraan pesta pernikahan di Nusantara dilakukan oleh pihak keluarga dibantu oleh para tetangga sekitar. Persiapan tersebut tentu memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Seiring perkembangan zaman yang membuat masing-masing individu menjadi orang yang super sibuk dengan pekerjaannya, maka bantuan tenaga dari pihak keluarga maupun tetangga dalam menyukseskan sebuah resepsi pernikahan menjadi sangat terbatas, terlebih lagi jika hidup di daerah perkotaan.
bisnis wedding organizer
Pernikahan merupakan peristiwa sakral yamg menurut pendapat banyak orang mestinya diselenggaarakan dengan sebaik-baiknya dan berkesan seumur hidup. Oleh karena itu, agar dapat membuat acara pernikahan yang meriah dan sesuai dengan keinginan, maka orang-orang mempercayakan kegiatan pesta pernikahannya kepada pihak yang berkompeten, yakni Wedding Organizer. Bagaimana seluk-beluk membangun bisnis wedding organizer? Berikut adalah sekilas informasinya:
Modal yang Dibutuhkan
Modal dasar yang diperlukan dalam membangun bisnis wedding organizer adalah keahlian dalam mendesain sebuah konsep pesta pernikahan yang menarik dan sesuai dengan keinginan pelanggan. Adaptasi berbagai tema juga amat diperlukan. Kesiapan mental dan fisik juga sangat diperlukan. Meskipun jalannya pesta hanya berlangsung dalam hitungan jam, namun persiapannya bisa membutuhkan waktu berminggu-minggu, dan hal tersebut cukup menguras tenaga dan pikiran, apalagi bisnis ini memikul tanggung jawab besar. Seorang pelaku bisnis wedding organizer/planner juga harus memiliki kemampuan organisatoris dan koordinasi yang mumpuni, agar semua bagian dalam pesta pernikahan tersebut bisa dikontrol dan diatur sesuai dengan protokoler acara.
Selain modal utama tersebut, beberapa pemilik bisnis ini juga menyediakan peralatan dan perlengkapan pesta pernikahan yang akan dibutuhkan, misalnya tenda, tempat duduk, dekorasi panggung, sound system, aksesoris pengantin hingga ke hal-hal yang kecil lainnya. Tak heran, bisnis wedding organizer ini membutuhkan modal dana hingga ratusan juta rupiah. Namun, jika anda memiliki anggaran terbatas, maka anda harus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait untuk mendapatkan akses pemakaian perlengkapan tersebut. Misalnya sewa tenda, sewa gedung, sewa ligthing, dan sebagainya. Bahkan dengan cara sistem kerjasama sewa tersebut, sang pemilik wedding organizer mendapatkan keuntungan lebih, yakni berupa komisi yang diberikan oleh para pemilik set properti tersebut.
Berapa banyak karyawan yang dibutuhkan menjalankan bisnis wedding organizer ini? Bisa lima atau di atas sepuluh tenaga kerja, tergantung besar kecilnya pesta yang akan diselenggarakan. Mereka akan dibayar setiap ada event yang diselenggarakan.
Estimasi Pendapatan
Bagaimana proyeksi penghasilan yang akan diperoleh dari bisnis ini? Jumlah uang jasa yang diterima tergantung kesepakatan antara pemiliki wedding organizer dengan client. Bisa berupa jumlah persentase dari total biaya penyelenggaraan atau juga berupa upah yang ditetapkan bersama. Biasanya client akan memberikan uang muka yang akan dijadikan modal awal dalam menyelenggarakan pesta. Jika memuaskan, maka bonus akan mengucur.
Hal yang Wajib Diperhatikan
Menjalankan bisnis wedding organizer memiliki kompleksitas tinggi. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan, bahkan yang sekecil sekalipun agar pelaksanaan pesta bisa selamat sentosa. Gedung (tempat) pesta, catering, dekorasi pelaminan, tata rias, pencahayaan, dokumentasi, MC, musik hiburan, pengiring pengantin, kotak angpao, susunan acara, souvenir, undangan hingga buku tamu adalah hal-hal yang tak pernah lepas dari industri wedding organizar. Dalam memajukan bisnis ini, promosi bisnis lewat cetak brosur, sosial media, dan promosi dari mulut ke mulut wajib dilakukan. Untuk menambah profesionalitas, diperlukan gedung kantor dan website online. Apakah bisnis ini bisa dijalankan semua orang? Mengingat kompleksitas pekerjaan yang dilakoni cukup berat, maka bisnis ini membutuhkan orang-orang yang siap mental. Bahkan di Amerika, orang-orang yang yang akan terjun ke industri wedding organizer harus mengenyam pendidikan dan  pelatihan khusus tentang penyelenggaraan pesta pernikahan.

13 Kesalahan dalam Mengelola Keuangan Usaha Anda

mengelola keuangan usaha
Manajemen keuangan merupakan bagian penting dalam membangun dan menjalankan sebuah perusahaan. Pengelolaan finansial yang tidak bagus dapat membuat kondisi perusahaan carut-marut. Untuk menghindari situasi tersebut, ada baiknya anda tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang umumnya  terjadi dalam manajerial keuangan, antara lain:
1. Tidak Mempunyai Program Menabung (Saving Plan)
Setiap perusahaan wajib menyisihkan sekian persen dari keuntungan untuk disimpan dalam bentuk tabungan atau investasi lainnya. Persentase keuntungan yang ditabungkan berkisar 5%-15%.
2. Melakukan Pembelian yang Tidak Perlu
Salah satu hal yang merusak program keuangan anda adalah membeli barang yang tidak perlu dan belum mendesak untuk keperluan usaha.
3. Tergoda Barang Mewah (Luxuries)
Memiliki barang mewah memang menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, apalagi bisa dipajang, dipakai dan dijadikan aset di perusahaan. Namun, jika keuangan belum stabil, maka pembelian barang mewah bukanlah keputusan yang bijak.
4. Ketergantungan Berlebihan terhadap Kartu Kredit
Penggunaan kartu kredit memang membuat segala urusan transaksi menjadi lebih mudah dan lancar. Namun bila tidak bisa memberikan limit dan terlalu asyik menggunakan kartu kredit, bukan tidak mungkin anda akan shock tiap bulannya.
5. Tidak Menyisihkan untuk Dana Darurat
Bila profit sudah dicapai oleh usaha anda, maka sisihkan untuk dana cadangan dalam menghadapi keperluan-keperluan tak terduga.
6. Tidak Berkomitmen Membatasi Pengeluaran
Agar keuangan usaha anda berada pada jalur yang benar, maka berkomitmenlah dalam pembatasan anggaran yang ketat dan hemat.
7. Menunda dan Membiarkan Hutang Menumpuk
Banyak wirausahawan yang terlena mendapatkan pinjaman hutang dengan bunga rendah, sehingga tidak berupaya keras untuk segera melunasinya, dan bahkan cenderung membiarkannya menumpuk karena menganggap enteng.
8. Terlibat Perjudian
Apapun usaha yang anda kerjakan, bila perjudian selalu membayangi anda, maka niscaya sulit menemui kesuksesan.
9. Mempercayakan Keuangan pada Orang yang Tidak Tepat
Banyak perusahaan besar yang terseok-seok menghadapi kekacauan finansial karena mempercayakan atau menugaskan manajerial keuangan kepada orang-orang yang tidak cakap atau tidak jujur. Jadi, berhati-hatilah dalam menentukan keputusan tersebut.
10. Investasi yang Berlebihan
Investasi merupakan langkah baik dalam menyimpan uang, namun bila dilakukan dengan berlebihan (over investments), maka usaha anda akan kocar-kacir disaat menghadapi suatu kebutuhan yang tak terduga, dan pada gilirannya mencari pinjaman dengan persentase bunga tertentu, sehingga mengkerdilkan margin keuntungan usaha anda.
11. Mencampurkan Aset Pribadi dan Bisnis
Mencampur adukkan antara keuangan pribadi dan uang usaha masih sering terjadi, khususnya pada perusahaan-perusahaan pribadi. Hal tersebut tidak akan menyehatkan bagi perkembangan usaha. 
12. Tidak Mempunyai Pembukuan yang Baik
Perusahaan yang profesional adalah perusahaan yang memiliki pembukuan keuangan yang jelas. Neraca pemasukan dan pengeluaran harus dipaparkan secara terperinci agar bisa segera mengetahui kondisi perusahaan sehingga lebih cepat untuk membuat keputusan.
13. Tidak Memperhitungkan Pajak dan Zakat
Satu poin yang simpel namun cukup berarti adalah perhitungan pajak dan perencanaan zakat. Banyak perusahaan muda yang baru tumbuh terkadang lupa memperhitungkan urusan pajak dalam perencanaan keuangannya, termasuk juga enggan untuk berzakat tiap tahunnya. Walaupun sederhana, namun sejatinya memiliki pengaruh penting terhadap kelancaran bisnis anda.

sumber

Jun 4, 2014

4 Ide Bisnis Sampingan untuk Mahasiswa

bisnis sampingan mahasiswa

Banyak waktu luang, koneksi luar biasa, akses ke tren baru adalah hal yang membuat perguruan tinggi menjadi tempat yang sempurna dalam kehiduan seseorang untuk memulai sebuah bisnis sampingan.
Pertanyaannya adalah apa bisnis sampingan yang tepat untuk dijalankan. Berikut empat ide bisnis sampingan bagi mahasiswa:

Website niche
Jika Anda memiliki ketertarikan dalam hal membuat website, menulis dan internet, ini adalah bisnis sampingan jangka panjang yang bagus untuk Anda mulai.
Keuntungan dari bisnis sampingan ini adalah Anda dapat membangun website setiap hari ketika ada waktu luang kapan pun Anda bisa. Selain itu, Anda dapat menggabungkan bisnis sampingan ini dengan banyak bisnis lainnya.

Bimbingan belajar
Bisnis sampingan ini sangat cocok bagi Anda yang suka membantu orang lain dan memiliki beberapa bidang keahlian. Banyak orang tua yang ingin anaknya berprestasi di sekolah. Mereka pun menyewa tutor untuk memastikan keinginan mereka terpenuhi.
Anda bisa memulai bimbingan belajar di malam hari, akhir pekan atau secara online. Anda bisa mengenakan tarif per jam dan dapat memutuskan sendiri berapa jam per minggu Anda ingin bekerja.
Selain itu, bisnis sampingan ini sangat cocok untuk pelajar yang ingin menguasai mata pelajaran yang telah diberikan oleh guru mereka. Tidak ada cara yang lebih baik untuk menguasai sesuatu kecuali mengajarkannya.

Mempromosikan event
Jika Anda pergi ke perguruan tinggi, ada banyak perusahaan yang memiliki event yang ditargetkan langsung kepada mahasiswa. Anda bisa menawarkan diri untuk membantu mempromosikan event mereka di sekitar kampus. Selain menjadi cara yang bagus untuk menghasilkan uang, Anda juga akan memiliki banyak teman saat mempromosikan event tersebut.

Freelance
Ada banyak perusahaan yang menawarkan pekerjaan freelance. Jika Anda memiliki keahian tentang desain web, menulis, desain grafis, blogging, keterampilan media sosial dan lainnya, Anda dapat menghasilkan uang sampingan yang besar.
Itulah empat ide bisnis sampingan untuk mahasiwa. Apakah Anda memiliki ide bisnis sampingan yang lain? Beritahu kami dalam kolom komentar.

sumber:
marketing.co.id

Labels: ,

Jun 3, 2014

Aneka Pangan Pengganti Nasi

“Belum makan kalau belum makan nasi.” Adalah uangkapan sebagian besar masyarakat Indonesia yang telah terdistorsi pola makan dan mindset-nya. Distorsi ini terjadi pada generasi tahun ’70-an dan anak-anaknya sebagai akibat dari kesalahan informasi dan persepsi tentang aneka produk lokal sebagai sumber karbohidrat. (Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc. -Wali Kota Teladan Tingkat Nasional 2013 untuk kategori Diversifikasi Pangan)



Kutipan di atas ada benarnya. Hampir mayoritas masyarakat Indonesia mempunyai mind set seperti di atas. Meskipun di beberapa daerah tidak mempunyai pola pikir seperti itu, karena mereka memang tidak mengenal nasi dari beras sejak kecil disebabkan lahan sawah yang tidak ada dan pola konsumsi turun temurun.
Berikut adalah beberapa jenis bahan pangan berupa umbi-umbian yang kandungan karbohidratnya sama dengan nasi bahkan, terhitung lebih sehat daripada nasi yang memiliki kandungan indeks glikemiks yang begitu tinggi. Kita ketahui bahwa kadar IG adalah salah satu penyebab timbulnya penyakit degenaratif seperti diabetes melitus dan penyakit komplikasi lainnya.
Kurang lebih terdapat sekitar 30 jenis umbi-umbian yang tumbuh di Indonesia, namun kebanyakan masyarakat hanya mengenal tanaman ubi jalar dan ubi kayu. Beberapa umbi-umbian yang dikenal di Indonesia, antara lain berikut ini.

1. Ganyong
Ganyong (Canna Edulis Kerr) merupakan tanaman herbal yang berasal dari Amerika Selatan. Seiring dengan perkembangannya, tanaman ini menyebar ke berbagai daerah di dunia. Di Indonesia, dikenal dua varietas ganyong, yaitu ganyong merah dan ganyong putih. Ganyong merah ditandai dengan warna batang, daun, dan pelepah yang berwarna hijau atau ungu. Sementara ganyong putih memiliki warna batang, daun, dan pelepah berwarna hijau, serta sisik umbinya berwarna kecokelatan.
Ganyong merupakan tanaman yang cukup potensial sebagai sumber karbohidrat. Umbinya yang berasal dari tanaman yang sudah dewasa dapat dimakan dengan diolah terlebih dahulu atau diambil patinya. Sementara itu, umbi yang masih muda dapat dimakan dengan cara dibakar atau direbus terlebih dahulu. Ganyong juga dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan nasi jagung.

2. Garut
Garut merupakan tanaman penghasil karbohidrat yang potensial untuk dikembangbiakkan. Umbi garut memiliki kadar pati yang cukup tinggi sehingga tidak kalah dengan jenis umbi-umbian lain. Pati garut mempunyai tekstur yang sangat halus dan mudah dicerna karena disusun oleh amilosa dan amilopektin sehingga dapat dibuat sebagai campuran produk yang menggunakan tepung ubi kayu, seperti cendol dan kerupuk. Selain itu, dapat juga dibuat sebagai campuran pembuatan produk yang memakai campuran bahan lain seperti udang, ikan, pempek, sohun, dodol jenang, kue dadar, kue semprit, mie, roti, dan aneka kue tradisional lain. 

3. Labu Kuning
Labu kuning atau waluh (Cucurbita Moschata) dapat diolah menjadi aneka makanan. Memiliki kandungan beta karoten dan serat kasar yang tinggi. Tepung labu kuning memiliki aroma khas dan warna kuning yang dapat diolah menjadi aneka makanan. Berdasarkan nilai gizinya, tepung labu kuning memiliki kandungan gizi yang lebih unggul daripada tepung terigu dan tepung beras. Tepung ini sangat baik digunakan untuk bahan fortifikasi pangan untuk meningkatkan nilai gizi, khususnya pada anak-anak.

4. Sukun
Sukun (Artocarpus artilis) merupakan tanaman buah yang mengandung karbohidrat. Sebelum mengenal padi, dahulu masyarakat mengonsumsi sukun sebagai makanan pokok. Sebagai buah yang mengandung karbohidrat, sejak dulu sukun juga sudah biasa dijadikan sebagai cadangan pangan sumber karohidrat jika terjadi kemarau panjang atau jika terjadi penurunan produksi padi, jagung, dan umbi-umbian.
Sukun mengandung karbohidrat, sukun juga banyak mengandung unsur-unsur vitamin seperti kalsium (Ca), zat besi (Fe), vitamin B1, B2, dan vitamin C. Juga mengandung asam amino esensial yang tidak diproduksi oleh tubuh manusia. Kandungan protein dan karbohidrat sukun segar lebih tinggi dari ubi kayu, ubi jalar, dan kentang. Apabila sudah dibuat dalam bentuk tepung, nilai gizinya setara dengan beras.

5. Kimpul
Kimpul merupakan jenis umbi yang memiliki banyak kelebihan dari nilai gizinya. Dibandingkan dengan umbi lainnya, pati yang dibuat dari kimpul lebih mudah dicerna karena granula patinya berukuran kecil dan mengandung kalsium, fosfor, vitamin A, dan B. Kimpul baik digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan makanan balita karena tingkat kecernaan patinya yang tinggi, jumlah kalsium dan fosfor yang cukup untuk pembentukan tulang, adanya vitamin B kompleks dan provitamin A. 

6. Ubi Kayu (Singkong)
Ubi kayu atau dikenal juga sebagai singkong merupakan salah satu pangan sumber karbohidrat yang sudah banyak ditanam hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Singkong memiliki kandungan energi yang cukup tinggi sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan pokok. Di samping itu, singkong juga mempunyai indek glikemiks (IG) rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita diabetes. Pati singkong tidak mengandung gluten sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita autis. 

7. Ubi Jalar
Ubi jalar memiliki nilai gizi yang tinggi, kaya vitamin dan mineral. Ubi ini juga relatif tahan lama dan jika disimpan lebih lama rasanya akan semakin manis. Selain itu, ubi jalar juga sangat potensial jika dikembangkan untuk penganekaragaman konsumsi pangan.
Konsumsi ubi jalar sepanjang tahun hanya ada di Papua dan Maluku. Selebihnya, di daerah lainnya di Indonesia, ubi jalar hanya dikonsumsi dalam bentuk makanan tradisional saja seperti ubi goreng, ubi rebus, kolak, getuk, dan keripik. Di negara-negara maju, ubi jalar dijadikan makanan tradisional yang dipublikasikan setara dengan pizza atau hamburger sehingga aneka makanan ubi jalar dijual di toko-toko bertaraf internasional. 

8. Pisang
Tanaman pisang berasal dari daerah tropis Asia Tenggara di sekitar kawasan Malaysia dan Indonesia. Akan tetapi sekarang, tanaman pisang telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia dengan sentra produksi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Pisang kaya vitamin A, vitamin C, kalsium, dan posfor sehingga pisang dapat dipakai sebagai obat luka lambung, menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker usus, menjaga kesehatan jantung, menghaluskan kulit, dan sebagainya. Dalam bentuk tepung dan pati, pisang juga kaya karbohidrat dan protein, dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuat roti, kue, biskuit, bubur bayi, pastry, es krim, dan puding. Berbagai jenis pisang sangat baik untuk dijadikan tepung. 

9. Jagung
Jagung (Zea Mays L) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang sangat  penting. Tanaman ini merupakan tanaman jenis padi-padian (serealia) seperti padi, gandum, sorgum, jewawut, cantel, jail, dan sebagainya.
Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang yang berhawa sedang dan panas sebagai tanaman bahan makanan dan bahan pakan ternak. Hingga saat ini, jagung masih dapat ditemui sebagai makanan pokok di beberapa daerah, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, serta beberapa wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebagai makanan pokok, jagung biasanya dikonsumsi dalam bentuk nasi jagung.
Masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, mengonsumsi jagung dengan cara yang berbeda-beda. Sebagai contoh, masyarakat di Desa Mangli (salah satu desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah) mengonsumsi jagung sebagai pengganti nasi dalam bentuk butiran halus atau tepung. Di Nusa Tenggara Timur, dikenal nasi bose (biasanya dicampur dengan kacang tunggak), jagung titi (berbentuk emping), dan nasi lawar (jagung dicampur nasi). Sementara itu, di daerah Sulawesi dikenal bassang yaitu makanan khas etnis Bugis-Makassar  yang berupa bubur jagung dan barobbo (Sumatera Utara). Masyarakat Gorontalo sudah sangat familiar dengan binte biluhuta, yaitu berupa sup jagung bening yang dibuat dari jagung muda. 

10. Uwi
Uwi atau ubi kelapa merupakan sejenis umbi-umbian pangan. Uwi adalah tumbuhan merambat dan memiliki banyak sekali jenisnya. Di seluruh dunia, terdapat sekitar 600 jenis uwi-uwian. Dari 600 jenis itu, hanya sekitar 20-an saja umbi-umbian yang dibudidayakan dan dimanfaatkan umbinya. Kebanyakan dimanfaatkan untuk bahan pangan. Beberapa jenis lainnya digunakan untuk kebutuhan nonpangan, seperti untuk tanaman obat tradisional, pestisida, dan pewarna pakaian. 

11. Sagu
Sagu (pati sagu) merupakan salah satu makanan pokok daerah di Indonesia Timur (Papua, Maluku, Sulawesi Utara, dan beberapa daerah di Nusa Tenggara). Konsumsi sagu sebagai makanan pokok dalam bentuk makanan tradisional, seperti papeda, kapurung, sagu bakar, dan lain-lain. Saat ini, sekitar 30% masyarakat Maluku dan Papua masih menggunakan sagu sebagai makanan pokok sebagai makanan sehari-harinya, 50% menggunakan menu sagu dan umbi-umbian, sedangkan sisanya sudah beralih ke beras.
Banyak jenis tanaman sagu yang dapat menghasilkan tepung sagu. Semua tanaman ini tersebar di beberapa wilayah di Indonesia di antaranya di Kepulauan Maluku, Papua, Mentawai, Riau, dan Sumatera. Di Riau juga dijumpai sagu yang dikonsumsi masyarakat dalam bentuk butiran yang dikenal dengan nama sagu rending serta dalam bentuk olahan lain seperti kue bangkit, laksa sagu, dan sagu embel.
Manfaat jika kita mengonsumsi aneka makanan yang berasal dari sagu, selain dapat mengenyangkan, tapi tidak menyebabkan kegemukan, mencegah sembelit dan mencegah resiko kanker usus, memperlambat kadar glukosa dalam darah karena indeks glikemiksnya rendah sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

12. Gadung
Gadung merupakan tanaman umbi-umbian yang cukup populer walaupun kurang mendapat perhatian. Gadung menghasilkan umbi yang dapat dimakan, tetapi mengandung racun yang dapat mengakibatkan pusing dan muntah apabila tidak benar pengolahannya. Produk gadung yang paling dikenal adalah dalam bentuk keripik meskipun rebusan gadung juga banyak dimakan. Umbinya dapat pula dijadikan arak (difermentasi) sehingga di Malaysia dikenal juga dengan nama ubi arak, selain taring pelandok. 

13. Gembili
Gembili adalah  jenis umbi yang merambat dengan daun berwarna hijau dan batang agak berduri. Buahnya menyerupai ubi jalar dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Berwarna coklat muda dengan kulit tipis. Umbinya cukup besar. Kulit umbinya agak getas, tetapi tipis seperti kulit kayu. Umbi gembili apabila dikukus atau direbus sangat gurih, empuk, gembur, dan enak. Gembili juga tidak beracun seperti gadung, juga tidak gatal seperti talas.
Orang-orang dulu biasanya menjadikan tanaman umbi-umbian sebagai tandon makanan di masa paceklik. Umbi gembili tahan disimpan cukup lama. Di tempat terbuka, gembili akan awet 2-3 bulan. Tanaman ini sangat produktif. Satu butir umbi gembili mampu menghasilkan 10-20 kilogram umbi selama kira-kira 6 bulan. Ada berbagai macam gembili, yaitu gembili gajah, gembili teropong, gembili ketan, gembili srewot, dan gembili wulung.

14. Talas
Talas (Colocasia sp.) adalah umbi pokok yang terdapat di bawah batang. Talas dapat tumbuh di tempat berair sehingga dapat ditanam di pinggir selokan, di pinggir empang, pematang sawah, dan pinggiran kali. Namun, ada juga yang ditanam di tanah kering seperti kebun, tegalan, dan bentul. Manfaat utama talas adalah sebagai bahan makanan pokok juga diolah menjadi makanan, seperti talas goreng, keripik talas, dan kue talas.
Ada pula talas beneng yang bentuknya besar. Belum ada pembudidayaan dan pemanfaatan talas beneng secara intensif. Pengolahan produknya hingga saat ini hanya dengan cara dikukus dan dibuat keripik.
Selain beberapa jenis umbi-umbian tersebut, masih ada puluhan jenis umbi-umbian lainnya yang dapat tumbuh secara massal di Indonesia. Semua umbi-umbian ini juga memiliki kandungan gizi dan manfaat yang tinggi. Selain sebagai sumber karbohidrat, umbi-umbian dan buah-buahan ini juga dapat dinikmati sebagai makanan pokok yang dapat dikonsumsi dengan tambahan lauk pauk. Selain mengenyangkan, makanan ini juga mampu memenuhi standar gizi yang cukup sesuai dengan pola makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. 

Kini ungkapan “Belum makan kalau belum makan nasi” seharusnya sudah mulai Anda singkirkan dari mindset Anda sejak hari ini. Yuk kita coba mengonsumsi makanan pengganti nasi.
 (arief muhajir-disaripatikan dari buku Revolusi Mindset: One Day Nor Rice untuk Indonesia Sehat dan Sejahtera, GIP Februari 2014)

sumber:

Labels: